Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, 5 March 2014

Puisi Sakit Hati

CINTA
Cinta..
Kau hadir dengan sejuta harapan..
Segenggam impian dan angan,
Janjikan tawa canda penuh bahagia..
Tapi mengapa harus luka yang kudapat??
Kepedihan hati yang tak terobati,
disaat hati ini telah kuyakini..

Diantara bintang aku bertanya..
berbiaskan cahaya rembulan..
Apakah ini yang namanya cinta??
Indah yang sekejap mata..
namun sakitnya tak terhinnga..
Kata-katapun tak mampu wakili..
akan pedih hati ini..

CINTA itu bahagia tapi menyakitkan..
saat kita mencintai, kita bahagia..
saat kita cemburu, kita terluka..

CINTA tak harus memiliki?
“itu bohoong !!
semua orang ingin memiliki, bahkan kadang merasa harus memiliki..

Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, kita pun bahagia?
“bohoong”!!!
kita hanya pura2 bahagia,,
di saat hati kita sakit, itu mengajarkan kita untuk menjadi MUNAFIK..


source: http://eposlima.blogspot.com/

Saturday, 22 February 2014

Mimpi Yang Hilang

Dibawah hamparan gelap luas yang bertabur bintang
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau
Yang kini jauh seakan hilang

Selama ini
Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
Namun ternyata semua masih semu ku rasakan
Nama yang terukir dalam karang hatiku
Kini seakan terkikis
Oleh ombak yang menghantam

Aku dan jenuhku, Bersamaan membisu
Terlalu jauh untuk maraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku
Mengikuti diam termenung
Namun tercipta sebuah mimpi
Yang hilang hanya dalam sekejap


Sunday, 2 February 2014

Ternyata Beginilah Patah Hati

Sebelum jatuh cinta padamu,
kupikir patah hati itu perihal yang mudah untuk dihadapi, dijalani, dan diperbaiki.
Namun, kurasa aku salah.
Ternyata tidak, patah hati tak pernah mudah.
Aku mencoba mengalihkan pikiranku darimu.
Kau, orang yang telah mematahkan hatiku.
Hidup seharusnya mampu berjalan seperti biasanya, kan?
Karena bukan ragamu yang patah.
Maka aku membaca buku.
Aku menulis puisi.
Aku menulis cerita.
Aku makan makanan yang paling kusuka.
Aku meluangkan waktu bersama teman-teman terdekat.
Aku menyanyikan lagu-lagu.
Aku tertawa.
Namun tawa yang terasa pura-pura.
Ternyata memang tak pernah semudah itu.
Sampai suatu hari aku mendengar seseorang berbicara dengan lantang sekali.
Katanya, 
'Obat sakit hati paling sejati adalah penerimaanmu terhadap rasa sakit itu sendiri dan kerelaan untuk mengikhlaskan apapun yang kau pikir telah hilang dari hidupmu.'
Maka aku memulai semuanya dari awal lagi.
Lalu kemudian, kudengar dia berkata lagi :
'Bagian tersulit bukanlah patah hati, namun kenyataan bahwa kau sedang menjalani patah hati itu sendiri. 
Dan yang paling membunuhmu perlahan adalah kenyataan bahwa kehilangan ternyata begitu menyakitkan. 
Lalu, duniamu terasa berputar di poros yang sama. 
Masih saja dia, dia, dan dia. 
Mungkin kau akan merasa telah sembuh sepenuhnya, 
namun ketika kau melihat dia bersama yang lain, 
kau sadar kau belum sama sekali sembuh.’
Maka aku akan berjalan saja perlahan-lahan.
Karena ternyata, memaksakan diri begitu melelahkan.
Patah hati ternyata begitu menyesakkan.

Thursday, 30 January 2014

Angin, Hujan & Sakit Hati

Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu kalau ada udara di sekitarnya
Tiap detik kita menghirup udara, kadang lupa sedang bernafas
Tiap detik kita berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya.

Angin memberi kabar bagi para pemikir
Wahai, sungguh ada sesuatu di sekitar kita
Meski tidak terlihat, tidak bisa dipegang

Kenapa ada hujan?
Agar orang-orang paham kalau ada langit di atas sana
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan

Hujan memberi kabar bagi para pujangga
Aduhai, sungguh ada yang menaungi di atas
Meski tidak tahu batasnya, tidak ada wujudnya

Begitulah kehidupan
Ada banyak pertanda bagi orang yang mau memikirkannya

Kenapa kita sakit hati?
Agar orang-orang paham dia adalah manusia
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia
Sungguh, tidak ada hewan, binatang yang bisa sakit hati
Apalagi batu, kayu, tanah, tiada pernah sakit hati

Maka berdirilah sejenak, rasakan angin menerpa wajah
Lantas tersenyum, ada udara di sekitar kita

Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru bersaput awan
Lantas mengangguk takjim, ada langit di sana

Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh, kita adalah manusia


Dengar Ini

Setelah sakit ini kau berikan,
Perlukah aku mengutuk hari pertemuan kita?
atau kusesali semua kata-kataku yang terlanjur kuucapkan?
Tidak.
Aku terlalu menyayangimu
Bahkan bila aku terluka lebih dari ini,
Aku tetap
Tidak melakukannya
Aku mencintaimu

Wednesday, 29 January 2014

C.I.N.T.A

Dia seringkali datang saat kita sudah tidak berharap
Dia seakan punya kekuatan absolut untuk datang dan  pergi seenak hati
Kala dia ada, semua memang terlihat dan terasa indah tiada cela
Namun saat dia bosan dan pergi tanpa permisi, luka di hati yang ditinggalkan dan
Tidak ada yang tahu pasti apakah luka itu bisa terobati

Meski kadang kita berdoa penuh harap agar bisa mendapatkannya
Merengkuh kesejatian dan merasakan ketulusannya
Menelan semua duka dan luka yang mungkin timbul selama perjalan meraihnya
Melangkah terus menerjang semua halangan demi mendapatkannya
Membiarkan tetes keringat dan air mata berlomba bercucuran demi mempertahankannya

Tidak ada yang tahu pasti apakah ia akan terus dihati
Tidak ada yang berani memaksanya ada diantara dua hati
Tidak ada yang sanggup menolaknya saat sudah menyentuh sanubari
Tidak ada yang kuasa memisahkannya jika sudah terpatri dihati
Tidak ada yang bisa menciptakan kepura-puraan agar ia terasa seperti sejati

Sudahlah, terima saja saat dia menyapamu
Sudahlah, pasrah saja saat dia pergi meninggalkanmu
Sudahlah, jangan paksa jika dia memilih dirimu jika dia tak mau
Sudahlah, jangan pernah menyerah jika dia memang telah bersamamu
Sudahlah, biarkan dia melakukan apapun yang dia mau

Kenalilah dia, ia sang penguasa jiwa yang mengembara, ia adalah CINTA

Tuesday, 28 January 2014

Siklus Cinta

Jangan terlalu berharap
Walau nyatanya dia memberimu mimpi itu
Kini hatimu patah lagi, bukan?
Seharusnya kamu sudah tahu itu

Baru saja patah, kapan benar-benar terobati?
Hatimu terlalu lama tersesat di labirin cinta
Membuat dirimu semakin menyemu
Dan kelam
Miris

Apa kamu berusaha menjadi malam?
Berusaha menjadi dingin tak tersentuh oleh pagi
Nyatanya kamu tetap saja tidak bisa
Karena cinta terlalu hangat memeluk relungmu

Apa kamu berusaha menjadi pagi?
Berusaha merasa tak bersalah
Karena telah mengusir malam pergi
Nyatanya kamu tetap saja tak bisa

Karena cinta begitu  lembut merangkul batinmu
Kini apa yang bisa kau perbuat?
Merunduk, merintih, meraung
Meratapi betapa cinta begitu ambigu merapuhkan jiwamu
Lalu kembali mencari tambatan baru

Dan kembali meratap?
Apa siklus cintamu hanya begitu saja terus?
Tragis


Kita

Langit tak lagi dapat diterka
Sebentar garang sebentar mendung
Sebentar panas sebentar memelas
Dan kita, menikmati ketidak pastian.
Kita meraba, kita berusaha membaca.
Rembang senja, remang remang yang menurut kita membawa sebuah romansa
Kurasa ini bukan soal senja
 Ini soal ketidakpastian.
Dan kita menyukainya..kita mencandunya
Sebab dalam nyata kita melihat kita tak lagi bersama
Kamu, aku, jarak, waktu
Itu sebabnya kita menyukai senja, hujan, dan langit yang tak pasti

Sunday, 26 January 2014

Rahasia Hati

Jika ingin menyamarkan api dari sebatang korek, maka bakarlah sekelilingnya.
Jadilah hitam saat gelap, dan angin saat badai.
Saat hujan membasahi badan, tersenyumlah, walaupun air mata menetes.
Hati. Isinya tidak ada yang tahu kecuali diberi tahu.
Berkolaborasi dengan otak dan otot untuk memanipulasi.
Tidak akan ada satu orang pun yang tahu.

Saturday, 25 January 2014

Surat Untukmu

Aku sudah terlanjur mencintaimu terlalu dalam, dan sejujurnya aku begitu benci ketika aku harus mengakuinya.
Aku benci ketika aku selalu bisa memaafkanmu dengan mudahnya saat kamu melakukan kesalahan-berulang, dan dengan berulang pula aku akan memaafkanmu.
Aku benci ketika aku menyadari, mengapa tidak ada orang lain sepertimu, hanya kamu, yang secara otomatis telah mencuri hatiku.
Aku membencimu sekaligus menyayangimu, jatuh hati sekaligus patah hati, ketika sadarku mengakui aku telah mencintai dari sudut terkecil yang kamu miliki.
Aku benci karna aku mencintaimu, meskipun aku tahu kau adalah orang yang menghancurkan hatiku.