Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Wednesday, 12 November 2014

Mengapa kita harus senantiasa memuji TUHAN?

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu
puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku
Mazmur 34:1

Mazmur 103
Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
1 Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.
6 TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.
7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel.
8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.
15 Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;
16 apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.
17 Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,
18 bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.
19 TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.
20 Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.
21 Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya.
22 Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!

Kekristenan tidak dapat dilepaskan dari pujian dan penyembahan. Mengapa orang-orang Kristen dianjurkan untuk senantiasa memuji Tuhan dalam segala waktu dan keadaan? Bagaimana dengan kondisi yang sedang tidak baik, misalnya sedang sakit berat, stress, kehilangan pekerjaan, kehilangan kekasih, mengalami kerugian dalam usaha, dan hal-hal lainnya yang membuat orang kehilangan semangat, adakah alasan untuk tetap memuji Tuhan?
  1. Sebab kita diciptakan untuk Memuji Tuhan
Alasan utama dan pertama yang patut diresapi mengapa Tuhan menciptakan manusia, menyelamatkannya dari dosa dan menjanjikan hidup kekal di surga, tertulis dalam kitab Yesaya 43:21, “umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”
Allah rindu agar setiap aspek kehidupan umat-Nya dipenuhi dengan pujian akan kebesaran-Nya. Itu sebabnya Dia telah melahirbarukan kita semua, dan memberikan perintah untuk bersaksi tentang nama Yesus sampai keujung-ujung Bumi, yaitu agar semua orang mengenal-Nya sebagai satu-satunya Juruselamat. Kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya, seperti disaksikan dalam ayat berikut, “semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!” (Yesaya 43:7)

  1. Kita diperintahkan untuk memuji Tuhan
Firman Tuhan menulis, “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” (Mazmur 150:6) Ada himbauan, perintah untuk memuji Tuhan. Sebagai anak-anak Allah yang telah ditebus oleh darah Kristus, ketaatan merupakan gaya hidup Kerajaan Allah. Dan sebagai anak-anak Tuhan yang taat, tentunya dengan sukacita kita semua akan memuji-muji Tuhan sesuai dengan firman-Nya.
  1. Sebab Tuhan telah menyelamatkan kita
Raja Daud adalah sosok pria yang telah “kenyang” dengan berbagai proses kehidupan. Dari gembala kambing domba, sampai menjadi gembala bagi umat Israel. Ia telah kaya dengan berbagai pengalaman tempur. Dalam kesemuanya itu, ia menyadari bahwa Tuhanlah yang telah mendukung dan menyelamatkannya. Hal itu ia tuangkan dalam suatu lagu pujian yang dinyanyikan bani Asaf, “Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah, Penyelamat kami, dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu.” (1 Tawarikh 16:35)
Dalam kitab Mazmur, Daud juga menuliskan ungkapan syukurnya lewat puji-pujian kepada Allah karena telah mendapat keselamatan.
Selamatkanlah kami, ya TUHAN, Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu. (Mzm 106:47)
supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang terpuji dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion karena keselamatan yang dari pada-Mu. (Mzm 9:15).
Bagi kita yang hidup dalam masa Perjanjian Baru, keselamatan terbesar telah dianugerahkan Allah. Kini sebagai ciptaan baru, anak-anak Allah yang hidup, layaklah apabila kita semua selalu menaikkan pujian syukur kepada-Nya untuk karya keselamatan yang dianugerahkan dalam Kristus Yesus.
  1. Ekspresi syukur kita kepada-Nya 
Ada banyak hal yang perlu kita syukuri dalam kehidupan ini daripada hanya mengeluh dan bersungut-sungut. Paling tidak bersyukurlah untuk nafas kehidupan yang masih diberikan Tuhan, sehingga kita semua masih bisa menikmati kehidupan ini, mencintai dan dicintai oleh orang-orang yang dekat di hati.
Bersyukurlah untuk anugerah keselamatan hidup kekal yang diberikan Bapa di dalam Kristus Yesus, sebab ada banyak orang yang terpanggil, namun mereka menolak untuk memberikan hati dan hidupnya kepada Kristus. Bani Asaf mengekspresikan syukurnya dalam 1 Tawarikh 16:36, “Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Maka seluruh umat mengatakan: “Amin! Pujilah TUHAN!”
Demikian pula anjuran dalam Kitab Ibrani 13:5 “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.”
  1. Sebab kasih setia-Nya kekal
Kita patut bangga dan bersukacita sebab Allah adalah pribadi yang penuh dengan kasih setia. Kasih setianya bahkan bersifat kekal atau untuk selama-lamanya. Itu artinya, Tuhan mengasihi Anda dan saya selama-lamanya. Kasih-Nya tidak akan pudar ketika kita misalnya sedang jatuh dalam dosa. Justru pada saat demikian, Dia akan mendekati dengan cinta-Nya yang besar, memanggil untuk kembali bertobat dan hidup dalam anugerah-Nya.
Allah bukanlah manusia yang kasihnya terbatas. Kasih manusia terbatas dan seringkali berakhir ketika orang yang dicintai menghianati. Namun tidak demikian dengan Allah. Itu sebabnya kita dapat dengan tenang merebahkan diri dalam naungan kasih-Nya, sebab kita tahu Dia mengayomi umatnya sampai selama-lamanya.
Rasul Petrus pernah menyangkal Yesus sampai tiga kali di hadapan orang banyak. Namun, Allah yang penuh dengan kasih setia tetap menantinya untuk kembali bertobat. Dan kita semua tahu, rasul Petrus kemudian dipulihkan bahkan melayani Tuhan dengan luar biasa.
Daud yang sangat memahami sifat Allah ini, melantunkannya dalam suatu mazmur:
Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 106:1)
Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. (Mzm 138:2)
  1. Sbab Tuhan bertahta diatas pujian kita
Alkitab menulis, “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” (Mzm 22:4). Allah ternyata sangat menikmati pujian penyembahan umat-Nya. Hal itu nampak nyata dari tindakan-Nya yang “duduk bertahta” di atas puji-pujian.
Oleh karenanya, hiduplah senantiasa dalam pujian dan penyembahan. Bahkan ketika disaat-saat tersulit, kelam kelabu sedang menerpa kehidupan kita, tetaplah memuji Tuhan. Karena justru ketika kita melakukannya, maka Allah akan hadir, datang dan menikmati pujian kita.
Kehadiran Allah pasti disertai dengan hadirat kudus-Nya yang membebaskan, memulihkan, menyembuhkan, mencerahkan, menolong bahkanmemberkati umat-Nya. Pertolongan kasih-Nya akan hadir dan memerdekakan kita dari beban berat, masalah dsb.
Pdt. Dr. Tertius Y. Lantigimo pendeta Gereja Kristen di Sulawesi Tengah, menceritakan dalam bukunya bahwa dalam pujian-pujian terjadi mujizat kesembuhan di Meko, Sulteng. Ketika ribuan orang menyanyikan kidung “Allah Kuasa”,
Allah Kuasa Melakukan      
Segala Perkara
Allahku Mahakuasa
Dia Ciptakan seisi dunia
Atur s’gala masa
Allahku Maha Kuasa
Inilah syair lagu yang dinyanyikan berulang-ulang dengan semangat dan penuh kuasa. Ribuan manusia yang membanjiri desa Meko, baik di baruga (balai desa), di rumah-rumah maupun di tenda-tenda, menyanyikan lagu ini, sehingga lagu ini menjadi sangat populer.
Sementara lagu itu dikumandangkan, tiba-tiba saja terdengar tepukan tangan dan teriakan “Puji Tuhan”. Orang-orangpun berkerumun untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ternyata sementara lagu ini dinyanyikan, tiba-tiba saja orang lumpuh berjalan, buta melihat, tuli mendengar, dan kesembuhan lainnya terjadi.
Betapa dahsyatnya kuasa dalam pujian penyembahan!!
  1. Indah dan baik memuji-muji Tuhan
 Mazmur 147:1 menulis, “Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.”
Tidak ada kenikmatan dan keindahan yang lebih besar dari menaikkan mazmur puji-pujian kepada Tuhan. Raja Daud dengan jujur bersaksi bahwa indah dan layaklah bagi kita semua untuk memuji-muji Tuhan.
Oleh karenanya, marilah memuji Tuhan di segala waktu, dan tidak terbatas hanya pada saat beribadah di gereja saja. Tuhan sangat senang mendengar kidung puji-pujian yang dengan tulus keluar dari hati dan bibir umat-Nya.Haleluyah!!
  1. Sebab Tuhan layak dipuji
Tidak ada pribadi yang lebih layak dipuji dan disembah selain daripada Tuhan kita Yesus Kristus. Hanya Dia saja yang layak menerima pujian dan pengagungan dari kita. Sebab Dialah pencipta yang sempurna, Tuhan yang mengampuni segala dosa dan kesalahan kita serta berjanji untuk selalu menyertai kita, sebagaimana arti dari gelar “Immanuel” yang disandang-Nya.
Pujian kepada-Nya bergema di Surga:
Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujiandan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”
Dan keempat makhluk itu berkata: “Amin”. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah. (Wahyu 5:13-14)
Pemazmur pun menggemakannya dalam berbagai kesempatan:
“Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mzm 146:1)
Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. (Mzm 146:2)

  1. Ada KUASA dalam pujian
 1 Samuel 16:14,23  menulis, “Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN… Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.”
Suatu kisah dari Perjanjian Lama yang mengajarkan bahwa dalam puji-pujian setan dan roh-roh jahat dikalahkan. Jonathan Prawira pernah bersaksi demikian, ada seorang temannya (kita sebut saja Ibu X) yang selalu diteror dengan miscall dari nomer yang tidak dikenal ke hapenya. Ketika dijawab, maka langsung terputus.
Kejadian ini berlangsung berulang-ulang selama beberapa hari. Sampai akhirnya orang itu menyatakan dirinya. Ternyata seorang wanita (kita sebut saja Ibu Y). Ibu Y ini meminta maaf atas perbuatan suaminya yang kini sedang sekarat (kita sebut saja Pak Z) kepada Ibu X.
Ibu Y ini menceritakan bahwa selama ini Pak Z ada kepahitan berbisnis dengan Ibu X, dan selalu berusaha untuk mengirimkan santet kepada Ibu X melaluihandphone, bila Ibu X menjawab “halo” maka kuasa santet akan teraktivasi dalam dirinya. Tetapi karena RBT dari Ibu X adalah lagu pujian, maka santet tersebut tidak bisa tembus dan mengakibatkan luka yang serius kepada si pengirim, sampai akhirnya si pengirim (Pak Z) harus terkapar.
Ibu X menghimbau supaya Pak Z tidak meminta maaf kepada dirinya, karena tidak terjadi apa-apa atas dirinya, tetapi supaya memohon ampun kepada Tuhan Yesus karena telah melakukan perzinahan dengan kuasa kegelapan.
Betapa hebat kuasa dalam puji-pujian… Malah dalam bentuk RBT pun, kuasanya tetap dahsyat…mengapa? Sebab Allah hadir, Allah bertahta dalam puji-pujian!
  1. Mengubah keadaan buruk menjadi kemenangan
 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 43:5)
Raja Daud adalah manusia biasa sama seperti kita. Diapun pernah dan sering mengalami kesedihan maupun tekanan dalam hati dan jiwanya. Namun dalam kesemuanya itu, dia tidak menjadi putus asa maupun tenggelam dalam kesedihan.
Mazmur diatas menjelaskan bahwa Daud tetap mampu mengucap syukur meskipun sedang dalam keadaan buruk dan tertekan. Dia juga menguatkan hatinya dan berharap pada Allah. Inilah sikap yang patut kita teladani. Ubahlah keadaan buruk dan kesedihan menjadi kemenangan dengan kuasa puji-pujian.
Dalam perjalanan misinya di kota Filipi, Roma, Rasul Paulus dan Silas dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka. Bahkan sebelumnya mereka dikenakan hukuman dera. Tetapi hal ini tidak membuat mereka berkecil hati. Mereka tidak kecewa ataupun putus asa dengan keadaan yang menimpa mereka. Justru iman mereka semakin dikuatkan melalui keadaan ini. Mereka tahu bahwa segala sesuatu pasti terjadi seturut dengan kehendak Tuhan.
Masalah dan pencobaan boleh datang, tetapi sebagai umat-Nya kita harus belajar seperti Paulus dan Silas. Dalam keadaan senang ataupun susah, bahkan dalam keadaan yang paling buruk sekalipun, kita harus tetap dapat mengucap syukur dan memuji Tuhan. Jangan mengeluarkan keluhan ataupun sungut-sungut di hadapan Tuhan.
Mereka lalu berdoa dan menaikkan puji-pujian kepada Tuhan. Mereka bernyanyi dengan semangat dan suara yang keras sehingga orang-orang lainnya yang berada dalam penjara juga ikut mendengarnya. Paulus dan Silas benar-benar mengerti bahwa ada kuasa dalam puji-pujian, seperti dinyatakan firman Tuhan,“Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel” (Mazmur 22:4). Mereka mengerti bahwa ketika mereka menaikkan puji-pujian, maka kuasa Allah akan turun.
Dan itulah yang kemudian terjadi…disaat mereka terus menaikkan puji-pujian kepada Allah, maka …terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah, dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua (Kisah Para Rasul 16:26).
Kalahkanlah kesedihan dan tekanan di hati Anda dengan kuasa puji-pujian. Allah sanggup mencurahkan kasih dan kuasa-Nya yang dahsyat untuk mengubah keadaan buruk menjadi kemenangan dalam kehidupan kita.
  1. Sebab itulah gaya hidup kita nanti di Surga
Ketika hari-Nya tiba, kita semua akan bersama-sama dengan Tuhan di Surga. Disana kita tidak lagi akan membaca Alkitab maupun berdoa, sebab kita telah langsung bertemu dengan Allah juru selamat yang maha mulia.
Apakah yang akan dilakukan orang-orang percaya disana? Tiada lain selain memuji dan menyembah Tuhan. Demikian dijelaskan kitab suci:
Yesaya 66:22-23
Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.
Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.
 Wahyu 22:1-3
Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.
Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

Monday, 10 November 2014

JANGAN TAKUT! RENUNGAN KRISTEN


Takut adalah kondisi yang normal. Semua manusia pernah takut. Nah bagaimana cara kita mengatasi takut? Bagaimana agar kita bisa menghadapinya? Kuncinya cuma 1. Kekuatan dari Tuhan.
Buat gue, gue takut banget sama praktek resep :') *curcol sih
Okeoke, jadi intinya, kita harus berserah sama Tuhan. Di dalam Tuhan tidak ada ketakutan. Kasih yang sempurna mengalahkan ketakutan. Berkatalah: Tuhan adalah sumber kekuatanku, keselamatanku, pertolonganku, perlindunganku, ketenanganku, harapanku, keberanianku, sukacitaku, kesabaranku, kehidupanku.. Biarkan Tuhan yang mengendalikan hidupmu. 
Percayalah bahwa Tuhan selalu ada di sisimu menghadapi semua badai rintangan kehidupan. Dia tak pernah tinggalkanmu, berharaplah padaNya. 

Waktu aku takut, aku ini percaya padaMu.
Mazmur 66:4 

TUHAN adalah gembalaku
Takkan kekurangan aku
Mazmur 23:1

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.
Filipi 4:13

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN
yang menaruh harapannya pada TUHAN
Yesaya 17:7 

Kuatkan dan teguhkan hatimu, Janganlah takut dan jangan gemetar... sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau, Ia tidak akan membiarkan engkau dan idak akan meninggalkan engkau.
Ulangan 31:6

.... Aku sekali- kali tidak akan meninggalkan engkau
Ibrani 13:5

janganlah takut sebab Aku menyertai engkau,
janganlah bimbang sebab Aku ini Allahmu,
Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau
Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan
Yesaya 41:10

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Roma 8:31b

Aku melayangkan mataku ke gunung- gunung, dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN yang menjadikan langit dan bumi
Mazmur 121: 1-2

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Mazmur 41:6

Inilah penghiburanku dalam sengsaraku,
bahwa janjiMu menghidupkan aku
Mazmur 119:50

TUHANLAH PENJAGAMU
TUHANLAH NAUNGANMU
DI SEBELAH TANGAN KANANMU

Monday, 21 April 2014

JESUS IS EMMANUEL


Allah beserta kita. Dia tidak akan meninggalkan kita!

Don't Judge People By Appearance!

Ada seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang.
Mereka turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Mereka meminta meminta kepada sang sekretaris Universitas untuk membuat janji bertemu kepada Pimpinan Harvard.
Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung dan udik.
Sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Harvard
"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria dengan lembut
"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris dengan cepat.
"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi.
Tetapi nyatanya tidak, pasangan suami istri ini masih tetap setia menunggu.
Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.
Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya muncul.
Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah.
"Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan, Jadi kami tidak bisa melakukan itu."
"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat.
"Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan.
Lalu si pemimpin Harvard tersebut berkata dengan keras "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.
Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, Mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya pun mengangguk.
Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Lalu menyuruh sepasang suami istri ini agar pulang karena dia sibuk.
Lalu pasangan ini bangkit dan berjalan pergi, mereka melakukan perjalanan ke Palo Alto, California
Di sana mereka mendirikan sbuah Universitas yg menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
Pasangan suami dan istri tersebut adalah Mr. & Mrs. Leland Stanford. Serta Universitas-nya adalah Stanford University, salah satu universitas favorit di AS.



-TAMAT-

Rencana Tuhan Selalu Indah

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi menjadi seorang jenderal Angkatan Darat.
Anak itu pandai dan ia selalu berdoa kepada Tuhan agar impiannya suatu saat nanti akan menjadi kenyataan.
Sayangnya, ketika dirinya hendak bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak karena memiliki telapak kaki yang rata.
Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan mimpinya dan mulai menyalahkan Tuhan karena tidak menjawab doanya
Ia merasa kalah dan memiliki rasa amarah yang belum pernah dimiliki sebelumnya.
Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun kini dia tidak mempercayai-Nya lagi sebagai seorang sahabat.
Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke gereja.
Ketika orang-orang berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit.
Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter.
Setelah beberapa tahun kemudian, dia menjadi seorang ahli bedah yang handal dan terkenal.
Sekarang semua pasiennya yang tadinya tidak memiliki kemungkinan hidup lagi, kini mempunyai kesempatan untuk hidup yang baru.
Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan banyak nyawa, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Ketika dirinya tidak lagi muda, ia melatih para ahli bedah lainnya sehingga lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan.
Suatu hari, dia merenungkan hidupnya dan mengingat masa lalunya.
Dia bersyukur kepada Tuhan karena sekarang dia menjadi dokter yang sangat sukses
Lalu dia juga meminta ampun kepada Tuhan, karena dulu dia pernah kecewa dan marah kepada Tuhan dikarenakan tidak bisa masuk Angkatan Darat
Beberapa tahun kemudian ia meninggal dan pergi menjumpai Tuhan
Di tempat itu, pria tersebut bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab?
Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anak-Ku, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."
Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa agar bisa menjadi seorang prajurit.
Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit.
Dirinya menjadi sombong dan ambisius yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen
Ia kemudian dipanggil untuk bertempur dalam suatu perang dan berada di garis depan
Di posisinya tersebut, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya.
Semua ambisinya hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangisi kepergiannya.
Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencana-Ku telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju."
Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya. Hari demi hari
Ada begitu banyak nyawa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya.
Kehidupan baru telah diberikan Tuhan kepada mereka melalui dirinya dengan menjadi seorang ahli bedah.
Kemudian diantara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yg memiliki impian yang sama dgn dirinya untuk menjadi seorang prajurit
Namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bgmn ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui operasi bedah yang dilakukannya
Hari ini, anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Pria tersebut telah menyelamatkan nyawanya.

Pada hari itu, ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. -Yesaya 55:8-

Thursday, 17 April 2014

Tips Pacaran Ala Kristen


Shalom! Pasti dari kalian dah ga asing lagi sama yang namanya 'pacaran'. Mungkin diantara kalian ada yang udah pacaran? Atau masih tahap PDKT? Nah, yang bingung pacaran itu harus gimana.. nih gue kasih resep pacaran ala Anak Tuhan! Supaya pacarannya kudus, enak dan penuh kasih + langgeng! 

Resep Pacaran ala "Anak Tuhan"


Bahan BAKU:


Kasih Kristus

  1 pak Kasih Kristus

  1 mangkuk besar

Firman Allah
 1 pak Doa

Bahan untuk ISI:


1 Pria dan 1 Wanita, pilih yang benar-benar matang




  1 gelas Kasih Sayang Murni (KSM)
  2 sendok Komitmen
 2 sendok Komunikasi
                                             
1 butir Kesamaan Visi   1 potong Restu Keluarga  Rasio dan Emosi secukupnya


Bahan untuk HIASAN / TOPING:


Humor Segar dan Kegiatan Pelayanan,
masing-masing dipotong kecil.




Pergi Bareng secukupnya.




Telpon-Telponan sesuai selera.







Cara Membuat:


1.  Untuk DASAR: Kocok lepas Kasih Kristus sampai mengembang,tambahkan Firman Allah dan Doa, aduk sampai rata dan tidak lengket, sisihkan.


2. Untuk ISI: Cuci bersih Pria dan Wanita, kupas, buang semua kotorannya. Rendam dalam KSM secara merata (bila Kasih Sayang sungguh-sungguh murni, akan mudah menyerap ke dalam).


3.  Sesudah menyerap, lumatkan jadi satu sambil perlahan-lahan dicampur dengan Kesamaan Visi dan Restu Keluarga. Bubuhkan rasio dan emosi.


4.  Sebagai bahan pengawet alami, tambahkan komitmen dan komunikasi, aduk rata.


5.  Untuk TOPPING: Campurkan semua.


6.  Siapkan mangkuk ceper/loyang. Alasi semua dindingnya dengan bahan dasar. Jangan tipis-tipis.


7.  Ke dalamnya masukkan bahan isi sampai penuh, taburi atasnya dengan campuran Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng dan Telpon-Telponan secara merata.


8.  Panggang dengan api kekudusan dari Tuhan Yesus sampai berwarna coklat keemasan dan harum. Siap disajikan hangat-hangat.


Saran penyajian:


Kue ini bisa dinikmati kapan saja, asal tidak disajikan beku/dingin, atau terlalu panas. Seandainya mulai terasa garing, tambahkan Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng, dan Telpon-Telponan.
Lama persiapan: kira-kira 3 bulan (tergantung kematangan pria dan wanita)
Lama memasak : kira-kira 1 bulan (tergantung Doa dan Firman Allah)
Daya tahan : Lama. Percaya deh!


TIPS:


1.  Memilih Pria dan Wanita harus yang segar dan matang. Cari yang tingkat kematangannya sama. Hindarkan yang masih mengkal (hasilnya akan sepet), atau yang terlalu tua (susah lumatnya). Untuk mendapat yang terbaik, coba cari di gereja dan persekutuan Kristiani. Walaupun kadang bentuknya biasa-biasa saja, dan agak jual mahal, tapi dalamnya pasti matang. Hindarkan mencari di pesta/diskotik/forum chatting, karena walaupun kelihatan dari luar bagus, mulus, dan murah, biasanya dalamnya busuk.


2.  Selalu gunakan HANYA 1 PRIA DENGAN 1 WANITA. Bila anda coba menambahkan Pria atau Wanita lain, baik untuk bahan isi atau sekedar hiasan, kue akan basi dan tidak dapat dinikmati lagi.


3.  Gunakan Kasih Sayang yang murni (capnya AGAPE, jangan cari yang EROS - itu merek jelek), karena di dalamnya terkandung unsur-unsur vitamin dan mineral yang lengkap, yaitu: pengertian, sabar, murah hati, sopan, tidak sombong, tidak egois, bukan pencemburu/pemarah/pendendam.

4.  Ini penting: Dalam resep-resep modern, beberapa orang mencoba mengganti KSM ini dengan PMX (Pre-Marital Sex) untuk mendapatkan rasa yang sensasional. Sayangnya, hasilnya tidak menggembirakan. Walaupun awalnya terasa dahsyat, nikmat, dan lezat, segera saja akan terasa hambar dan pahit. JANGAN DICOBA !!!


5. Walau biasanya rasanya hangat, gurih dan enak, kadang-kadang karena kondisi lingkungan, kue ini berubah agak masam, garing,atau dingin. Tidak usah takut, ini proses alami yang wajar.Hangatkan dengan beberapa pertemuan, dan bubuhkan saja Doa, Komitmen dan Komunikasi untuk mempertahankan keawetan dan mengembalikan citarasa semula.

Ketika Dikhianati Orang Terdekat

“Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia.” Mazmur 55:13

Bila memperhatikan liku-liku perjalanan hidup Daud, yang melakukan pengkhianatan dan berbuat jahat terhadapnya bukan orang jauh atau musuh yang sesungguhnya, melainkan orang-orang terdekat yang makan sehidangan dengan dia. 

Bukankah hal ini seringkali terjadi dalam kehidupan kita? Bukankah pengkhianatan, gosip, fitnahan, iri hati atau umpatan datangnya bukan dari musuh, melainkan dari orang-orang yang kita anggap sebagai teman, sahabat dan orang yang kita kasihi? Daud mengatakan, “Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku: kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.” (ayat 13-15). Ini adalah fakta dan mungkin kita pernah mengalaminya juga. Rekan kerja di kantor, teman satu sekolah, keluarga terdekat, suami atau isteri yang kita kasihi, bahkan saudara seiman satu gereja, di mana kita bersekutu dan beribadah bersama-sama, di luar dugaan malah menyakiti dan mengkhianati kita seperti musuh.

Para pelayan Tuhan yang tampaknya dari luar begitu kompak dalam pelayanan, satu sama lain saling menjatuhkan. “Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.” (ayat 21-22).

Jangankan Daud, Yesus pun mengalami hal yang sangat menyakitkan. Ia dikhianati oleh salah satu muridNya sendiri yaitu Yudas Iskariot, yang setiap hari makan semeja dengan Dia. Ketika Yesus ditangkap musuh-musuhNya, murid-muridNya justru meninggalkan Dia sendirian. “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.” (Matius 26:56b). Betapa pedih dan sakitnya dikhianati orang-orang terdekat!

Jangan bersedih hati, ada satu Pribadi yaitu Yesus yang senantiasa mengasihi kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita sendiri. Yesus yang akan memberikan kekuatan untuk melewati masa 'sakit hati' dan memulihkan kita dari segala 'luka'. Dia juga yang akan memberikan penghiburan pada kita !

Friday, 7 February 2014

Cukup Itu Berapa?



Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”.
Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”.
Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati.Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata “Cukup”.

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.- 1 Timotius 6:8

Wednesday, 5 February 2014

Cinta yang Mahal

Cinta yang Mahal
Ada seorang pria yang saat itu sedang mengejar seorang wanita. Pria ini kerap kali gagal menjalani kisah cintanya. Sudah banyak uang yang dihabiskan untuk memikat hati wanita, namun tak satu cinta pun mampu ia dapatkan.

Dia pun bertanya pada wanita yang dia dekati, "cinta seperti apa yang kamu inginkan dariku?'

Wanita itu pun menjawab, "aku ingin cinta yang mahal, cinta yang berbeda."

"Aku akan memberikan kamu mobil, rumah, apapun yang kamu mau"

"Aku tidak ingin semua itu, aku ingin sesuatu yang mahal, yang lebih dari apapun."

Sang pria mulai geram karna dirasa wanita ini benar-benar matre. Dia pun membentak sang wanita."Dasar kamu wanita matre, kamu meminta barang yang lebih mahal dari yang kutawarkan, Coba sebutkan apa yang kamu mau!"

Wanita pun menjawab dengan lembut, "Aku ingin cinta yang seperti Yesus miliki. Cinta Yesus sangat mahal karena darah-Nya tertumpah untuk menyelamatkan hidupku dan hidupmu. Apakah kau memiliki cinta seperti Yesus?"

Sang pria pun menjadi malu, karena wanita ini bukan wanita sembarangan. Harta bukanlah menjadi hal yang paling penting karena keselamatan lebih penting dari apapun.

Keselamatan yang sejati hanya ada di dalam Yesus, oleh sebab itu kita harus hidup dekat denganNya. Harta di dunia tidak akan menjamin untuk sebuah keselamatan kekal. Jangan mengagung-agungkan harta di dunia, namun agungkanlah harta di surga.

1 PETRUS 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus  dari cara hidupmu  yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah   yang mahal, yaitu darah Kristus  yang sama seperti darah anak domba   yang tak bernoda dan tak bercacat. 

Saturday, 1 February 2014

Tak Ada Yang Mustahil Bagi Orang Percaya

Ada seorang gadis yang sangat cantik, umurnya 17 tahun. Dia tinggal dikota New York, Amerika Serikat
Namun sayangnya, Gadis itu sekarat karena dia mengidap penyakit TBC.
Separuh paru-parunya sudah rusak. Separuh yang lain telah diangkat. Ia membutuhkan bantuan tabung oksigen.
Ia menghadiri sebuah gereja denominasi tertentu. Jemaat di gereja itu mengasihi Tuhan dan telah diselamatkan. 
Walaupun demikian, mereka tidak percaya akan terjadinya kesembuhan ilahi. 
Tentu saja, kesembuhan ilahi tidak menjadikan kita orang-orang Kristen. 
Darah Yesuslah yang menjadikan kita kudus dan berkenan di hadapan Allah, karena pengorbanan Kristus di kayu salib. 
Gadis muda ini sekarat. Dokternya yang adalah orang Kristen berkata, ”Anda akan mati dan kami tidak bisa berbuat apa-apa." 
"Saya akan mengirim anda pulang supaya anda bisa memanfaatkan waktu yang tersisa bersama keluarga". Kata dokter 
Gadis itu menghirup oksigen murni. Ia terbaring di tenda khusus oksigen menantikan maut berat badannya telah turun hingga hampir separuhnya.
Dokter mengirim gadis itu pulang untuk menantikan ajalnya. Ia terbaring dengan posisi kepala menengadah supaya ia dapat membaca Alkitab. 
Gadis itu terbaring dengan posisi demikian dan membaca surat Petrus 1 Petrus 2:24. 
Ketika membacanya, ia meletakkan Alkitabnya dan mulai memuji Tuhan.
Dengan menangis, ia berkata : ”Tuhan, aku senang sekali akan berjumpa dengan Mu, aku tahu bahwa aku akan mati. Para dokter tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tetapi aku bersyukur karena Engkau telah menyelamatkan aku. Terima kasih karena Engkau telah membasuh dosaku dengan DarahMu”
Ia menyembah dan bersyukur pada Tuhan atas keselamatan dariNya dan kembali membaca ayat yang sama yang baru dibacanya dari Alkitabnya. 
“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup oleh kebenaran....
Tetapi kali ini ia tidak berhenti sampai disana. Ia melanjutkan membaca di ayat yang sama, “….oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh” 
Kata-kata itu menjadi terang seperti lampu neon. Ia berkata,”Oh, lihat apa yang aku dapatkan”. 
Tidak ada pengkotbah yang mengkotbahi dia. Tak ada siapapun bersama dia kecuali Firman Allah. 
Ia kemudian berkata, ”Tuhan Yesus, aku baru saja selesai memujimu untuk bagian pertama dan aku akan memujiMu untuk bagian yang kedua... 
Engkau telah menyembuhkan aku….. Oh Yesus, maafkan aku tidak akan bertemu denganMu sekarang... Aku berencana untuk tinggal lebih lama lagi di dunia ini, karena Engkau sendiri telah menyembuhkanku”
”Aku tidak akan datang  seperti yang telah kurencanakan,” katanya
“Aku berubah pikiran, karena aku baru saja menemukan beberapa kebenaran dan kebenaran itulah yang akan memerdekakan kita”
Iapun mulai memuji Tuhan untuk “KESEHATAN YANG SEMPURNA”. 
Kemudian ia melepaskan tabung oksigennya dan berteriak pada ibunya “Mama cepatlah kemari!” 
Ibunya mengira itulah hari terakhir ia melihat putri satu-satunya. Segera ia memanjat tangga dengan tersandung-sandung “Ada apa sayang?” 
“Oh mama lihat apa yang telah aku temukan. Bacalah ini” 
Ibunya bergumam membaca Firman itu, kemudian berkata ”Aku membacanya, sekarang berbaringlah dan pakai lagi masker oksigennya” 
Putrinya berkata, ”Mama tidak membaca dengan benar. Mama, tertulis disitu bahwa aku telah disembuhkan. Dua ribu tahun yang lalu Tuhan Yesus telah menyembuhkan aku”.
Ibu itu memandangi putrinya dan menangis dia merenungkan apa yang  dikatakan dokter “Biasanya dimana pada hari engkau akan mati, engkau akan kehilangan akal sehatmu, berhalusinasi dan sebagainya”. Kata dokter
Kemudian gadis itu berkata,” Mama, aku tidak akan mati, jadi tolong buatkan aku sarapan, aku ingin sekali makan roti bakar dan minum kopi”. 
Ibunya berkata, ”Aku tahu engkau mulai kehilangan akal sehatmu, sayang…. engkau sudah tidak makan apa-apa sejak 10 bulan yang lalu” 
Tetapi gadi belia ini berkata ”Selama 10 bulan aku tidak mendengar kebenaran dahsyat ini... 
Sekarang, mama…. tolong turunlah ke bawah dan buatkan aku sarapan aku lapar” 
Melihat tingkah anaknya, sang ibu pun menjadi sangat sedih dan menitihkan air mata. Karena ia tau bahwa anaknya akan segera meninggalkannya.
Ibu gadis itu memasukkan dia kembali kedalam tenda oksigen dan kemudian menyelinap keluar dengan perasaan hancur.
Begitu ibunya keluar, gadis ini mulai membuka resliting tenda oksigennya, membuka lemari pakaiannya dan mulai berganti baju. 
Gaun yang dipilihnya bagaikan “jubah” ketika dipakainya. Ya, karena berat badannya hilang hampir separuhnya. 
Kemudian dia berjalan terhuyung-huyung menuruni tangga dan berjalan ke dapur 
“Mama, apakah sarapanku sudah siap?” Kata gadis itu. Dan sarapan yang dimintanya pun sudah disiapkan oleh ibunya dimeja makan.
Ia duduk untuk makan pagi dan berkata ”Tuhan berkati makanan ini untuk tubuhku yang baru ini. Aku tahu aku tidak akan mati, tetapi aku akan tetap hidup”. Sambung gadis itu.
Sehabis berdoa gadis itu tersenyum ke arah ibunya, dan ibunya pun membalasnya dengan senyuman.
Meskipun ibu ini tersenyum namun hatinya menangis karena ia takut senyuman dari anaknya tadi adalah senyuman terakhirnya.
Sekilas, tidak terjadi perubahan apapun pada gadis ini. Tubuhnya tetap kurus kering, badannya masih lemah. Dengan mata telanjang, sekilas Tuhan tidak berbuat apapun.

Keesokan harinya sang ibu membawa gadis itu ke rumah sakit karena dia takut makanan yg di makan anaknya kemarin berdampak buruk bagi anaknya.
Ketika sampai dirumah sakit, Ibunya pun menceritakan ke dokternya bahwa kemarin anaknya telah memulai makan lagi. 
Sang dokter pun memeriksa gadis itu dengan melalui proses pemeriksaan sinar X atau rontgen.
Hasil pemeriksaan sinar X pun telah keluar..... 
Sang dokter pun sungguh sangat terkejut dengan hasil dari pemeriksaan sinar X 
Hasil pemeriksaan sinar X menunjukkan bahwa gadis itu memiliki sepasang paru-paru baru. 
Bahkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas TBC sama sekali!!! 
Gadis muda ini telah menjadi sembuh Total!!! 
Dokter pun memberitakan kabar baik ini kepada ibu dan gadis itu 
Ketika mendengar itu ibu dari gadis itu tidak percaya, berbeda dengan si gadis yang berkata "Ya saya memang sudah sembuh berkat Tuhan Yesus"
Si ibu menyuruh dokter untuk memeriksanya kembali karena takut si dokter salah dalam memeriksa.
Akhirnya anak itu pun di periksa kembali, namun hasilnya pun sama, gadis itu telah sembuh total!!! 
Mendapati ini sang ibu pun menangis, dia memeluk anaknya lalu berdoa. 
"Tuhan maafkan aku karena telah meragukanMu, terima kasih Tuhan, Engkau telah menyembuhkan anakku" kata si ibu 
Kejadian ini sangat menggemparkan rumah sakit tersebut. Lalu semua dokter yg ada dirumah sakit itu mengucapkan selamat kpd gadis itu.

Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (1 Korintus 2:9)

"Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"  (Markus 9:23b)